Mandailing Natal, libasperistiwa.com – Kondisi listrik di Desa Pasar V Kecamatan Natal hidup mati, apalagi pas disaat hendak berbuka puasa / Sholat Maghrib tiba. Diduga setelah pihak PLN melakukan perbaikan dan penggantian Trafo.
Warga mengaku, sebelumnya memang ada mati tapi itu terjadi sekitar pukul 18:30 sampai dengan pukul 19:30 tetapi setelah dilakukan penggantian trafo malah bertambah parah.
“Sebagai pengguna token saya sangat kecewa atas kinerja petugas PLN ULP Natal ini bg, dimana sebelum nya perkiraan saya lampu yang hidup mati ini sekitar 1 jam nya bg, ini malah tambah parah dimana sebelum memasuki bulan puasa pihak PLN melakukan pergantian trafo tetapi hasilnya semakin parah”, sebut seorang warga pasar V Natal.
“Yang bikin kesal itu terjadi disaat buka puasa bg, kami sering mengeluhkan hal ini kepada pihak PLN emang sih direspon tetapi tidak ada perubahan sama sekali, mereka hanya mencari alasan aja, katanya mau mengganti kabel central tetapi sudah hampir mau habis puasa belum juga ada diganti” Tutupnya dengan nada kesal
Ketika awak media mencoba menelusuri pernyataan warga melalui kepala Desa pasar V Natal saudara MASRUL “Benar bang, lampu warga kami sering hidup mati bahkan diwaktu waktu krusial, dan itu terjadi untuk pengguna token dengan durasi sekitar 5 /6 jam lamanya kalau prediksi saya dengan kurun waktu tersebut bisa mencapai puluhan kali bahkan alat elektronik warga sudah ada yang rusak” Tuturnya
“Dan saya sudah sering melaporkan hal ini kepada pihak PLN, pihak PLN hanya berjanji sebelum lebaran sudah diperbaiki, itu kabelnya harus diganti dan akan datang sebelum lebaran, Tetapi sampai saat ini ucapan dari karyawan PLN yang di konfirmasi belum juga terealisasi “tutupnya
Dan ketika awak media ini mencoba mengkonfirmasi kepala PLN ULP NATAL RIDO melalui sambungan Via telpon celuler melalui pesan whatsapp Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan. Dan lampu khusus nya untuk pelanggan Token masih hidup mati hidup mati dengan jarak 5 menit hidup 7/8 menit hidup mati hidup mati dan kemungkinan beresiko tinggi terhadap kerusakan barang barang elektronik milik warga khususnya pelanggan PLN pengguna Token. (SIT)

